100 Tokoh Indonesia Berpengaruh

Menyusun 100 tokoh Indonesia berpengaruh merupakan sebuah keasyikan tersendiri. Ternyata, tidaklah mudah memilih dan mengurutkan 100 tokoh yang berpengaruh terhadap negeri ini. Terlebih lagi ketika harus membandingkan pengaruh tokoh-tokoh yang berbeda bidang, semisal membandingkan pengaruh Sutan Takdir Alisjahbana yang bergelut di ranah bahasa dan sastra dengan Tan Malaka yang konsern di bidang politik dan pergerakan. Membandingkan pengaruh mereka berdua terhadap republik ini cukup menyulitkan, disatu sisi STA sangat berpengaruh dalam membangun fondasi dasar bahasa Indonesia, disisi lain Tan berpengaruh terhadap pencapaian kemerdekaan Indonesia 100%. Dan dalam daftar ini, kami merasa pengaruh STA lebih besar dibanding Tan. Urutan yang kami sajikan ini mungkin sangat debatable. Tapi kami coba untuk menampilkan seobyektif mungkin, dengan mempertimbangkan pengaruh pikiran, gerakan, dan karya-karya yang mereka hasilkan. Dalam daftar ini juga muncul beberapa tokoh yang dianggap kontroversi oleh sebagian kalangan, seperti Soeharto (yang berada diposisi 13), Amir Sjarifoeddin (24), dan D.N Aidit (47). Pertimbangan untuk memasukan mereka ke dalam daftar ini dikarenakan pengaruh besar mereka dan impaknya terhadap pembangunan keindonesiaan kita.

Berasumsikan bahwa semangat keindonesiaan bermula pada tahun 1908 sejak lahirnya Perhimpunan Indonesia di Belanda, maka daftar tokoh-tokoh di bawah ini menampilkan pribadi-pribadi yang berpengaruh sejak tahun itu hingga sekarang. Dalam daftar ini founding fathers kita, Soekarno, Hatta, dan Sutan Sjahrir menempati urutan teratas. Sutan Takdir Alisjahbana, sang penyempurna bahasa berada di urutan berikutnya. Disusul Tan Malaka, bapak revolusi Indonesia, yang berada diurutan kelima.

Berikut 100 Tokoh Indonesia Berpengaruh :

1. Soekarno, presiden pertama
2. Mohammad Hatta, wakil presiden pertama
3. Sutan Sjahrir, perdana menteri pertama
4. Sutan Takdir Alisjahbana, bapak sastra Indonesia modern
5. Tan Malaka, bapak Republik Indonesia
6. Muhammad Natsir, perdana menteri kelima
7. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah
8. Ki Hajar Dewantara, pendiri Taman Siswa
9. Hamka, politisi, ulama, dan sastrawan terkemuka
10. Chairil Anwar, penyair terkemuka Baca selebihnya »

Yahudi : Diantara Deru Peradaban

Anak Muda Yahudi, Berpakaian Serba Hitam

Anak Muda Yahudi, Berpakaian Serba Hitam

Munculnya Assyria dan Babylonia di Timur, telah melenyapkan kemerdekaan orang Yahudi untuk selamanya. 722 SM, Samaria ibu kota Israel jatuh ke tangan Sargon II, disusul Jerusalem ibu kota Judah yang jatuh ke tangan Nebukadnezar. Masa ini menjadi titik balik bagi umat Yahudi. Dari abad ke abad, paska penaklukan Assyria dan penerusnya Babylonia, umat Yahudi berada dalam masa penjajahan. Dibawah kekuasaan mereka, untuk kedua kalinya terjadi eksodus besar-besaran orang Yahudi. Kini arah tujuan Babylonia. Diatas tanah yang jauh dari kampung halaman mereka, orang Yahudi membuat kreasi-kreasi baru, yang menjadikan mereka kaya dan berbudaya. Rute-rute perdagangan Babylonia banyak diisi oleh orang Yahudi, menjadikan mereka manusia perniagaan internasional. Di dalam kekayaan pustaka Babylonia, mereka mendapatkan kecintaan akan kitab-kitab dan kegemaran akan pengetahuan.

Setelah empat milenium peradaban Semitik, Timur Tengah jatuh ketangan bangsa baru, Persia. Babylonia yang sedang berdiri megah dan dominan, dalam waktu singkat disapu bersih oleh bangsa baru ini. Pergerakan orang-orang Arya yang barbar dari Asia Tengah pada abad 6 SM, telah mengubah sejarah dunia. Ras Arya telah membentuk tiga cabang peradaban sekaligus, Persia di tengah, Yunani-Romawi di barat, dan India di timur.

Baca selebihnya »

Yahudi : Periode Awal, Mesir dan Tanah yang Dijanjikan

Wilayah Mesir Kuno, Dari Hulu Sungai Nil Hingga Palestina

Wilayah Mesir Kuno, Dari Hulu Sungai Nil Hingga Palestina

Masalah Israel dan Yahudi menjadi salah satu perbincangan yang hangat. Tatkala kebijakan untuk berperang menjadi sebuah opsi dalam keinginannya untuk merampas dan menduduki seluruh tanah orang Arab di Palestina. Menilik latar belakang dan sejarah Yahudi hingga harus menduduki tanah orang Arab, perlu diketahui walaupun hanyalah ringkas.

Drama sejarah Yahudi di buka pada suatu hari 4000 tahun silam. Pernikahan Ibrahim dengan Sarah telah bertahun-tahun berjalan tetapi tidak jua mendapatkan keturunan. Hingga pada suatu hari yang cerah, Tuhan meniupkan ruh pada seorang anak yang sholeh, Ishak. Dan dari pernikahannya dengan Sarah inilah keturunan Ibrahim terus berkembang, dari Ishak, Yakub, Yusuf, Musa sampai Isa. 4000 tahun perjalanan bangsa Yahudi, penuh lika-liku, kadang mereka berada dibawah penguasa yang baik, seperti Cyrus dari Persia atau Sultan Abdurrahman di Andalus, tapi lebih banyak hidup dibawah kungkungan dinasti-dinasti kejam, dari Firaun di Mesir, dinasti Babylonia, sampai imperium Romawi. 4000 tahun ini pula, dari bangsa yang minoritas banyak lahir para rasul yang sholeh, pemikir-pemikir yang brilian, politisi terkemuka, hingga para perusak peradaban yang bengal.

Ibrahim, bapak para nabi, bapak umat Yahudi, juga Nasrani dan Muslim, hidup dalam kondisi paganisme yang menjadi-jadi. Namrudz serta masyarakat Babylonia yang tak bersahabat telah menggiring Ibrahim untuk menyebrangi sungai Eufrat-Tigris menuju daerah bulan sabit subur, Palestina. Di daerah itulah Ibrahim beranak-pinak, disamping dengan istri keduanya Hajar yang hidup di gurun Arab yang gersang. Yusuf, salah satu keturunan Ibrahim yang cemerlang, hidup dalam situasi tanah Palestina yang tak bersahabat, sumber makanan yang terbatas serta cuaca yang tak menentu. Hal inilah yang menggiringnya beserta sejumlah bani Israel untuk bermigrasi ke Mesir.

Baca selebihnya »

Iran dengan Politik Tingkat Tinggi

Program Nuklir Iran

Program Nuklir Iran

Revolusi Iran 1979 telah mengubah segalanya. Peta politik duniapun sedikit bergeser dibuatnya. Tak adanya perimbangan kekuatan di Timur Tengah sebelum itu, membuat Amerika dan konco-konconya bebas mendikte seenaknya. Minyak dan eksistensi Israel menjadi ambisi Amerika untuk mengontrol Timur Tengah. Tapi kini ceritanya lain. Iran bersama Suriah dan organisasi-organisasi perjuangan seperti Hamas, Hizbullah, dan Jihad Islam menjadi kekuatan penyeimbang vis a vis Amerika dan Israel.

Iran dengan teknologi mutakhirnya, bukanlah Reza Pahlevi yang dulu. Iran sesadar-sadarnya yakin bahwa kelemahan teknologi militerlah yang membuat Timur Tengah selama ini gampang didikte. Kini ketika teknologi nuklir komplit dikuasainya, Amerika, Israel dan beberapa sekutunya bak kebakaran jenggot. Keberhasilan negara Parsi ini juga membuat pemimpin negara-negara Arab tak enak. Mereka merasa gundah, sebuah kekuatan dan pengaruh baru telah hadir. Arab Saudi dan Mesir yang memiliki pengaruh regional, paling tak enak akan kemajuan Iran.

Pasca penyerangan Lebanon Selatan 2006 dan Gaza akhir tahun lalu, pengaruh Iran semakin terasa. Iran senantiasa mengulurkan tangan, memberikan bantuan, terutama senjata dan pelatihan militer bagi organisasi perlawanan Zionis. Baca selebihnya »

Demokrasi Indonesia Kita

Peserta Pilpres 2009

Peserta Pilpres 2009

Haruskah sekarang Jusuf Kalla (JK) maju sebagai capres? Pertanyaan inilah yang sekarang menggelayuti para politisi Golkar. Dalam survei yang dirilis oleh beberapa lembaga survei, JK tidaklah populer. Popularitasnya tidaklah sampai angka 5%. Jauh dari Prabowo, Mega, apalagi incumbent SBY. Bagi JK yang pragmatis, survei bukanlah segalanya. Desakan dari kader Golkar dan gengsi sebagai partai tebesar, telah mengayunkan langkahnya untuk ikut dalam pertarungan Pilpres besok. Walaupun pemilu legislatif belum berlangsung, bak gayug bersambut, pencalonan JK ini merupakan berkah bagi sebagian tokoh. Sejak diumumkan kesiapannya, tokoh-tokoh lintas partai mulai merapat kepadanya. Ya apalagi kalau bukan untuk menawarkan diri menjadi Cawapres.

JK merupakan anti-tesis bagi demokrasi kita dewasa ini. Dia, seorang saudagar sukses, pekerja keras, dan periang. Satu pengecualian untuknya, dia orang Bugis – dan bukan Jawa. Dan faktor inilah yang mungkin akan mengganjalnya maju ketampuk pimpinan nasional. Masalah primordialisme, soal Jawa dan non-Jawa mungkin merupakan persoalan serius bagi sebagian masyarakat kita. Fanatisme kesukuan dan juga ideologi menjadi momok terbesar bagi demokrasi kita. Setelah 11 tahun reformasi, mungkin sebagian rakyat mengidamkan adanya perubahan yang berarti dalam konstelasi pentas perpolitikan kita. Tren Obama di Amerika, mungkin menjadi pemicunya, dimana etnis minoritas behasil menjadi penguasa negara.

Baca selebihnya »

Orang Minang, Peran, dan Pencapaiannya

Orang-orang Minang di Pentas Dunia

Orang-orang Minang di Pentas Dunia

Kesuksesan orang Minang di kancah kehidupan, tak terlepas dari budaya merantau yang telah melembaga dalam kehidupannya. Tsuyoshi Kato dalam penelitiannya mencatat bahwa, dari 8 juta orang Minang separuh berada di perantauan. Ukuran tersebut telah menjadikan etnis Minang sebagai etnis perantau terbesar di Nusantara. Mereka sering dinyatakan sebagai manusia yang kakinya tak pernah tinggal diam, senantiasa aktif berpindah serta meneruka wilayah-wilayah baru. Masyarakat Minang telah merantau sejak ratusan tahun lalu. Dari luhak nan tigo, mereka bermigrasi ke pesisr barat dan timur Sumatra.

Kemajuan perekonomian di daerah pedalaman Minangkabau, yang umumnya ditopang oleh perkebunan lada, telah mendorong orang-orang Minang untuk mengekspor hasil produksinya ke negara lain. Kegiatan ekspor ini umumnya dilakukan melalui pantai barat Sumatra. Hal ini telah mendorong masyarakat Minang untuk menetap di wilayah pesisir ini. Sehingga tak heran, jika banyak dijumpai perkampungan-perkampungan Minang yang terbentang mulai dari Meulaboh, Barus, Natal, Tiku, Pariaman, Painan, hingga Bengkulu. Kemajuan perdagangan ini, mengalami kemunduran ketika Aceh dibawah kuasa Sultan Iskandar Muda mengambil alih pelabuhan-pelabuhan ini dari tangan orang-orang Minang.

Baca selebihnya »

MUI dan Haramnya Golongan Putih

Label Halal MUI

Label Halal MUI

Pesta demokrasi dalam hitungan hari kan tiba. Kesibukan menyambut pesta lima tahunan ini pun merata seantero bumi Nusantara. Dari komisi pemilu, pengurus partai, para caleg, tukang cetak, tukang sablon, dan tak ketinggalan pula, “tukang pembuat fatwa”, Majelis Ulama Indonesia.

Tak seperti biasanya, para ulama kita yang berkumpul di Padang Panjang Januari lalu, ikut kasak-kusuk menyambut pemilu yang akan diadakan 9 April nanti. Penyebabnya ialah, adanya kekhawatiran atas kecenderungan meningkatnya pemilih putih atau yang biasa kita kenal sebagai golongan putih. Kekhawatiran inipun secara sepintas cukuplah beralasan. Coba tengoklah tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilihan kepala daerah yang diadakan secara estafet beberapa tahun belakangan ini. Tak lebih dari 80% masyarakat yang berpartisipasi dalam pemilihan ini. Berdasarkan hal itu pulalah Majelis Ulama Indonesia berinisiatif untuk menerbitkan sebuah fatwa.

Tetapi bagi sebagian orang, fatwa itu tidaklah murni inisiatif dari para ulama, tetapi merupakan pesanan dari beberapa petinggi partai. Alasan sebagian orang itu merujuk pada banyaknya tokoh-tokoh Islam pada akhir-akhir ini yang menyerukan untuk Golput. Baca selebihnya »

Amerika akan Kolaps

Wall Street dan Dollar Amerika

Wall Street dan Dollar Amerika

Kebobrokan mesin ekonomi Amerika, satu per satu mulai terkuak. Setelah kasus subprime mortgage yang menjadi pemicunya di tahun 2007 lalu, berturut-turut kejadian besar terjadi disana. Kebangkrutan Lehman Brothers di pertengahan tahun 2008 ini, pemutusan hubungan kerja besar-besaran karyawan perusahaan otomotof the big three, sampai yang paling mutakhir kasus penipuan dengan skema ponzi.

Kasus penipuan ini cukup lucu dan tak beralasan untuk raksasa ekonomi sekaliber Amerika. Melihat kasus ini kita jadi bertanya-tanya, dimana fungsi pengawasan dan kontrol atas perusahaan investasi di Amerika. Kita tahu bahwa produk-produk instrumen keuangan terbitan Amerika, seperti reksadana, obligasi, asuransi, sampai produk derivatif-nya, selalu dinilai AAA+ oleh lembaga pemeringkat. Baca selebihnya »

Keikhlasan dan Keserakahan

Lehman Brothers

Lehman Brothers

Tempo hari pengalaman menarik saya dapatkan. Sebuah cerita yang mengingatkan saya, bahwa sebuah keikhlasan sangat diperlukan dalam hidup ini. Cerita itu datang bukan dari motivator ulung atau pak ustad, tapi dari seorang rakyat terpinggirkan, tukang ojek. Begini ceritanya; hari menunjukkan pukul 7.50, 10 menit menjelang waktu saya masuk kantor. Kopaja, jelaslah pilihan yang salah untuk cepat sampai kantor, memilih Kopaja bisa-bisa telat lagi. Taksi, oh no…, mahalnya argo taksi tak cukup untuk karyawan kecil macam saya. Tak ada pilihan lain, selain memilih ojek untuk sampai sebelum jam 8.00 di kantor.

Panas yang mulai meninggi di downtown kota Jakarta, plus kondisi lalu lintas yang cukup semrawut, tak membuat wajah ini absen mengumbar senyum. Senyum pagi itu, saya tumburkan ke seorang tukang ojek setengah baya. Senyum tipis dari pengojek itulah, yang membuat saya membalas senyum. Setelah itu, tawar menawar pun terjadi diantara kami. “Bang, Komdak sepuluh ribu ya?” Tanya saya pada pengojek tersebut. Tawaran saya pun langsung di iyakan olehnya, setelah tawaran saya kepada dua tukang ojek sebelumnya ditolak mentah-mentah. Tanpa ba bi bu, si pengojek ramah tersebut langsung menancap motor bebek bututnya.

Baca selebihnya »

Orang Kaya Dunia

Orang Kaya

India … Negeri miskin di anak benua Asia, dengan populasi besar, penduduk yang kurang kreatif, dan hanya mengandalkan hasil pertanian sebagai mata pencahariannya. Tetapi itu dulu, kisah dua puluh tahun lalu. Kini India telah mengkilap, telah berubah dan menjadi salah satu pesaing terberat Amerika. Tengoklah dalam daftar orang-orang tajir se-jagat yang dikeluarkan oleh majalah ternama, Forbes. India menempatkan empat wakilnya, dalam top sepuluh orang-orang kaya dunia. Amerika yang dari tahun ke tahun mendominasi daftar ini, hanyalah menempatkan dua orang dalam top sepuluh.

Adalah Lakshmi Mittal, Mukesh Ambani, Anil Ambani, dan Kushal Pal Singh, empat pengusaha India yang duduk di posisi tersebut. Lakshmi, yang memiliki pabrik baja terbesar di dunia masih yang terhebat diantara mereka. Pada tahun 2007 lalu, Arcelor Mittal memberikan US$ 45 milyar ke pundi-pundi Lakshmi. Angka ini hanya kalah dari Warren Buffett, Carlos Slim Helu, dan Bill Gates. Baca selebihnya »